Taruhan DOTA 2

 

Taruhan DOTA 2 E-Sports SBOBET88

DOTA telah mengalami evolusi yang masif. Setelah resmi direlease melalui STEAM pada tahun 2013, popularitas DOTA 2 langsung meledak. Banyaknya kompetisi yang di adakan baik dalam skala kecil maupun skala dunia. Salah satu event kompetisi DOTA 2 yang paling besar adalah The International DOTA 2 Championship. Pada tahun 2017 lalu, event ini menawarkan total hadiah sebesar $10,862,683 kepada pemenang / juara satu kompetisi tersebut. Apabila di konversikan ke Rupiah saat ini, jumlah hadiah yang didapat dari kompetisi tersebut adalah Rp. 148,373,387,097. Nilai yang fantastis.

SBOBET88 saat ini menyediakan fasilitas untuk para DOTA 2 fans agar bisa mendukung tim favorit mereka dalam seluruh kompetisi yang ada. Bukan hanya dukungan secara moril, tapi para fans juga bisa memenangkan hadia dengan hanya menebak tim mana yang akan menang. Untuk dapat bermain di Taruhan DOTA 2 ini, kalian hanya perlu mendaftar di Agen SBOBET88 setelah itu anda bisa langsung melakukan taruhan DOTA 2. Ajak teman-teman kalian untuk bergabung ya, pasti lebih seru bermain bareng teman-teman kalian.

Untuk informasi lebih terkait detail lainnya, anda bisa menghubungi bagian Customer Service kami untuk informasi lebih lanjut. Sekarang kita akan bahas lebih detail terkait sejarah DOTA 2 secara umum.

 

Sejarah DOTA

Mungkin untuk generasi saat ini, tidak ada yang tidak mengenal DOTA 2. Permainan yang dimainkan menggunakan perangkat PC / Laptop ini memiliki jumlah pemain yang sangat besar dan merupakan salah satu perintis E-Sports di dunia. Permainan yang pada awalnya merupakan modifikasi dari game Warcraft III : Reigns Of Chaos yang direlease oleh Blizzard Entertainment. Tidak disangka modifikasi yang pada awalnya hanya untuk tujuan bersenang-senang dapat menjadi sangat besar seperti saat ini.

DOTA Classic SBOBET88

Tampilan DOTA Classic

Pengembangan DOTA 2 sendiri dimulai pada tahun 2009 setelah IceFrog di pakai oleh Valve untuk memfokuskan perkembangan Sequel permainan ini secara serius. Sebelum memulai debut release resminya di 2013, DOTA 2 / DOTA ini sudah sangat booming di Indonesia. Mungkin kalian masih ingat dimana seluruh Warnet saat itu, seperti dikisaran Binus Jakarta, menawarkan permainan DOTA yang terhubung melalui LAN. Momen itu merupakan momen keemasan dan cikal bakal DOTA 2 lahir menjadi Multiplayer Online Battle Game (MOBA). Karena saat itu Internet masih termasuk mahal dan belum secepat sekarang. Jadi para pemain awal DOTA harus rela menghabiskan waktunya di Warnet untuk bermain dan mengasah skill mereka.

Sekarang DOTA 2 bisa di mainkan melaui STEAM secara gratis. Steam merupakan platform Social Gaming yang menyediakan jasa penjualan game dan komunitas sosial. Nama Steam yang juga di besut oleh Valve ini langsung meroket mengikuti popularitas DOTA 2.  Ketenaran DOTA 2 didukung dengan akses Free To Play sehingga para pemain tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk bisa bermain game ini. Untuk mendapatkan keuntungan, mereka mengandalkan In-App Purchase dan Micro Transcations lainnya.

Berikut adalah cuplika video The International 2017, anda bisa melihat bagaimana meriah dan megahnya kompetisi E-Sports saat ini.

DOTA 2 TEAM

Dengan semakin besarnya nama DOTA 2, otomatis bermunculan tim-tim besar juga yang mengusung E-Sports ini. Dari seluruh penjuru dunia tim-tim ini bergabung untuk menjadi juara di ajang The International yang diadakan setiap tahun. Salah satu sosok yang mungkin menjadi inspirasi dan sangat terkenal di dunia DOTA 2 adalah Dendi ( Danylo Ishutin) pemain DOTA 2 asal Ukraina yang berhasil menjadi juara The International  2011 yang membuat nama dia dan tim dia Na’Vi langsung meroket.

Dendi diketahui gamers yang memiliki penghasilan terbesar di dunia. Dendi berada di urutan ke 44 dengan total pendapatan sekitar $732,549.40 dari turnamen-turnamen yang sudah dia ikuti selama ini. Perjalanan karir Dendi juga pernah masuk kedalam film yang bisa anda saksikan disini :

 

Semoga artikel terkait E-Sports DOTA 2 ini dapat menjadi bahan referensi yang menarik untuk anda. Cepatnya dunia Teknologi Informasi yang berkembang harus bisa di ikuti agar kita bisa melihat peluang apa saja yang ada didepan dan apa yang akan menggantikan cara konvensional saat ini.